Alay: Merusak Bahasa Kitakah?

Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling santer adalah anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan "anak kampung", karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.



Teori
Berikut adalah pengertian alay menurut beberapa ahli :

Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"

Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan
seperti itu."


Tapi seiring perkembangan zaman, alay sering diidentifikasikan menjadi narsis, fotogenic, sok gaul, emo, dan lain-lain.Secara garis besar, mungkin karena salah pergaulan, maka yang merupakan ciri-ciri alay adalah sebagai berikut 

1. Selalu merasa paling tahu tentang sepeda dan kegiatan bersepeda. Padahal jarang sekali gowes, sekalinya gowes mungkin hanya pas ada Event atau ada liputan saja untuk memburu Goodie Bag atau sekedar Narsis.com

2. Tongkrongannya di pinggir pinggir jalan (yang cewek godain cowok, yang cowok godain cewek yang lagi lewat)

3. Kalau lagi ngumpul bawa handshet buat dengerin lagu lewat handphone (suka pamer tidak jelas & sok asik gitu deh). Trus sok telpon-telponan dan SMS-SMS an. Kondisi terparah, biasanya suka menunjukkan SMS dari cewek/cowok ke temenya, biar dibilang kl cewek/cowok nya perhatian ama dia..

4. Sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo tidak tahu.

5. Sok pingin 'gaul' mau mengikuti tren yang sekarang tapi terlalu LEBAY (contoh: nge-mix baju tidak kira kira; baju hijau, celana kotak kotak, sepatu merah, kacamata biru!)

6. Dimana mana SELALU ada acara yg namanya 'putu putu narziz' (Foto-foto narsis) (entah itu di track sepeda, WC, mobil, kamar, stasiun , angkot, dll) .

7. fotonya gak nahan smua! (dengan gaya di imut imutin, dideketin lampu biar 'terang banget', foto deket banget dari wajah *biar jeleknya gak keliatan*, foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll. pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang)

8. Buat cewek tiap hari kerjaannya ngomongin tentang cowok melulu!
(contoh: eh tau ga si A tadi gini loh sama gue hahaha lucu bgt ya? *ga lucu!)(yah pokoknya sok pamer gitu deh* berasa cantik)

9. Buat cowok, tiap hari kerjaannya cari musuh (ribut) melulu sama temen temen cowoknya yg lain *biar dianggep keren gitu kali...*

10. Di friendster.. bagi yang cewek di ff nya majang cowok cowok ganteng semua *meski gak kenal, biar dianggep cantik & gaul* kalo yg cowok ya majang ff nya cewek semua *walau ga kenal* biar dikata cowok ganteng.

11. Suka ngirim bulbo ga jelas di YM, FS atau FB : "akko onlenndh dcnniih" ato "ayokk perang cummendh cmma saiia" etc (paling parah lagi kalo ngirim bulbo dengan judul "********" tapi isinya kosong!) iiih kampret bner deh tu orang orang alay.

12. Menganggap dirinya eksis di friendster atau Facebook atau Multiply (kalo comments banyak itu berarti anak gaul jadi lomba banyak-banyakan comment) *please deh ga bgt! emang kenapa coba kalo commentnya banyak? dapet rekor muri ya? ga penting bgt deh..

13. Kalau ada org yg hanya view profil kita, kita bilang gini: "hey cuman view nih?" ato "heey jgn cuman view doang, add dong! (kalo emang segitu pentingnya orang nge-ADD buat kita..kenapa kita ga nge-ADD dia waktu kita mau ngasih testi?)

14. Friendster dipenuhi glitter-glitter norak yang pastinya bisa ngerusak retina mata zzz

15. Nama friendster mengagung-agungkan diri sendiri, seperti: pRinceSs cuTez, sHa luccU, tIkka cAntieqq, etc. (pede bgt sih?)

16. Kata/singkatan selalu diakhiri huruf z/s (contoh: nama adalah talitra, dbuat jadi : talz. nama adalah niken, dibuat jadi qens... dsb!)

17. Foto di friendster bisa sampai 300 lebih padahal cuman foto dirinya sendiri

18. Diam diam mengidolakan: kangen band, st12, radja, ato bahkan garnet band

19. Suka menghina orang lain yang tidak sama kaya dia.


Bahasa Gaul, Ekspresi Setiap Zaman
"Aktingnya lebay banget, ya. Plis, deh!" 
Kalimat seperti itu kerap kita dengar (bahkan mungkin kita ucapkan). Istilah lebay mengacu pada sikap yang berlebihan atau dilebih-lebihkan. Beberapa waktu sebelumnya, Anda juga pasti pernah mendengar penggunaan kalimat: “Secara gitu loh..!”, atau “Ya... iyalah, masa, ya, iya, dong!”  Kemudian untuk kata sapaan, mungkin ada salah satu teman memanggil Anda, ”Hai, Cyin..., mau ke mana, Cyin?” Kata sapa ’Cyin’ ini kependekan dari ’cinta’, dipenggal menjadi ’cin’ yang dalam penulisannya sering kali ditambahkan huruf y.

Kemudian ada kata ’rempong’ yang berarti ribet, ’kepo’ untuk orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain. Atau, kata yang disingkat seperti ’pintok’ (pindah tongkrongan), ’mager’ (malas gerak) yang biasanya untuk menunjukkan orang tersebut sedang tidak ingin pergi ke mana-mana. 

Alay sendiri belum bisa dipastikan asal-usulnya. Ada yang bilang, ’anak lebay’, anak kelayapan’, tapi yang paling populer ’anak layangan’, merujuk dari gaya anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit gelap karena terlalu sering main layangan. 

Ivan Lanin, penulis Kateglo (kamus, tesaurus dan glosarium) bahasa Indonesia, mengatakan, alay mungkin lebih bisa dipahami jika diambil dari pengertian anak lebay, untuk menggambarkan perilaku remaja sekarang yang lebay, agar terlihat beda dan unik. ”Asal kata alay ini awalnya untuk menyebut anak-anak yang menuliskan kata-kata secara berlebihan dan ’ajaib’. Misalnya, dengan menggabungkan pola huruf besar-huruf kecil, digabungkan dengan angka, dan disingkat-singkat. Itulah yang disebut beberapa orang sebagai bahasa alay, yang jika dibaca lebih mirip ‘bahasa planet’,” kata Ivan. 

Ciri-ciri bahasa alay tampak dalam bahasa tulis, misalnya, kata yang disingkat seenaknya, seperti ’lagi apa?’ menjadi ’gi pha?’ atau ’bosen banget, nih’ menjadi ’bosen beud, nih’, memakai simbol tambahan seperti “h@lowww p@ k@baR L0e?” Atau, seperti yang pernah ditulis Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, di salah satu status twitter-nya, “T3T4p OptImI5, 54l1ng M3nGHarG4i, 54I1Ng M3mAhAm1 Utk k3B41Kan. 5ukSES BuAT sEMu4! S4lam 53mAn6at!” (Dibaca: ”Tetap optimis, saling menghargai, saling memahami untuk kebaikan. Sukses buat semua! Salam semangat!”).

Raditya Dika, penulis yang terkenal di kalangan anak muda, mengaku sering menemukan gaya alay tersebut di blog pribadinya. Seperti, “h4i kak, lam ken4l... leh nAnya gak? Maaaacieeeh bgt.” Radit awalnya pusing saat membacanya. Ia juga membayangkan, menulisnya juga pasti ribet, karena mencampur angka dan huruf. “Bahasa ini memang ajaib banget, bukannya praktis malah ribet. Selain itu, banyak pemenggalan kata yang aneh. ’Boleh’ jadi ’leh’. Saya bingung menjawabnya. Masa saya jawab ’o eh’!” ujar Radit. 

Ivan berkomentar, bahasa sebenarnya merupakan alat pergaulan. Bahasa selalu berkembang dari masa ke masa. Sekarang yang jadi tren adalah bahasa alay. Bahasa gaul sendiri, kata Ivan, sudah ada sejak dulu. Kita mengenalnya dengan sebutan bahasa prokem. Bahasa prokem yang berkembang di Indonesia awalnya berasal dari bahasa Indonesia yang mengalami penyimpangan pemakaian kata oleh kaum remaja pada saat itu. 

Masih ingat kata ‘akika’ (saya) atau “titi dj” (hati-hati di jalan)? Ini contoh bahasa gaul yang dipopulerkan Debby Sahertian di akhir era ’90-an. Atau kata ’ajojing’ yang merupakan akronim dari ayo joget jingkrak-jingkrak. Ivan mengamati, munculnya bahasa gaul umumnya diciptakan oleh komunitas tertentu sebagai alat berkomunikasi secara rahasia. Mereka dengan kreatif merancang kata-kata baru. 

Contohnya, bahasa gaul dari kode rahasia komunitas, misalnya ’dagadu’ yang berarti matamu. Kata ini berasal dari bahasa walikan, menggunakan rumusan dari aksara Jawa: h n c r k d t s w l, yang disilang dengan: p dh j y ny m g b th ng. Contohnya, kata matamu, penggunaan huruf m diganti dengan huruf d, sedangkan huruf t diubah menjadi g. 

Bahasa kode lain, yang pernah populer dulu, misalnya, kata yang ditambahi akhiran ’se’. Seperti, ’jamse’ (jam), ’kapse’ (kapan), dan sebagainya. Atau bahasa yang dibalik, misalnya, salam nakam (malas makan), naracap (pacaran), dan naparas (sarapan).


Biangnya: Remaja & Teknologi
Bahasa alay ini membudaya terutama di kalangan remaja. Mereka dengan sesuka hati membuat perbendaharaan kata sendiri. Berkembangnya teknologi komunikasi juga turut memengaruhi perilaku berbahasa. Media komunikasi baru, seperti SMS, chatting, atau media sosial, menjadi ajang penyebaran bahasa gaul. Bahasa yang kemudian tak hanya digunakan oleh kalangan remaja saja, tetapi juga menyebar pada kaum dewasa dan masyarakat luas. 

Pengajar program studi bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Dr. Felicia N. Utorodewo, mengatakan, “Fenomena ini memang tren yang dipopulerkan oleh para ABG. Tetapi, jangan salah, teman-teman saya yang usianya tidak muda pun menggunakan bahasa gaul,” ungkapnya. 
Ivan berpendapat, menurutnya, faktor keterbatasan di ponsel (seperti menulis SMS) dan media sosial (misalnya, twitter), yang membatasi maksimal 140 karakter, mau tidak mau menuntut orang untuk menyesuaikan diri dan kreatif. Contoh bahasa SMS, misalnya ’dmn’ (di mana), ’t4’ (tempat), kpn (kapan), ’boljug’ (boleh juga).”

Sama halnya dengan bahasa alay, bahasa penyingkatan jarang digunakan dalam percakapan. “Ini hanya praktik penulisan saja,” tutur Ivan, yang aktif menulis Wikipedia Bahasa Indonesia ini. Penggunaan bahasa gaul yang tidak digunakan dalam percakapan, misalnya, kata ’yukz’, ’bangetz’, dan ’pliz’.

Ivan menambahkan, sebuah milis atau komunitas daring (online) biasanya memiliki kebiasaan khas. Misalnya, sapaan ’Gan’ dalam kalimat, “Apa kabar, Gan?” Kata ’Gan’ merupakan kependekan dari kata ’juragan’, yang diperkenalkan oleh laman komunitas kaskus. Kata ’nuju’ yang berarti numpang jualan, ’OOT’ berarti out of topic, dan sebagainya, umum digunakan di milis. 

Fakta unik yang membuktikan bahasa alay ini fenomenal adalah munculnya laman alay text generator (http://alaygenerator.co.cc/). Laman ini bisa menerjemahkan bahasa Indonesia baku menjadi bahasa alay. Ada pula laman twit4lay, (http://twit4lay.apps.arkalogic.com), yakni generator untuk twitter bagi mereka yang ingin update tweet dengan bahasa alay. Saat Anda memakai aplikasi ini, secara otomatis bahasa Indonesia baku yang Anda ketik berubah menjadi bahasa alay.



Mengacaukan Bahasa Indonesia?
Memang, bagi sebagian orang, cara membaca tulisan alay tentu sangat mengganggu. Butuh waktu lebih lama untuk mencerna maksud sebuah kalimat dalam bahasa alay. Belum lagi pemenggalan atau penyingkatan yang tidak umum. Banyak juga orang yang menganggap bahasa alay mengacaukan kaidah berbahasa. Reaksi ini antara lain terlihat lewat munculnya grup antialay di facebook. 

Menurut Ivan, bahasa alay atau bahasa gaul apa pun seharusnya tidak dianggap ancaman yang merusak kaidah berbahasa. Sebaliknya, bahasa alay justru memperkaya bahasa Indonesia. Ia mencermati, perkembangan bahasa Inggris jauh lebih cepat ketimbang bahasa Indonesia. Sehingga, bahasa Inggris menjadi kaya akan kosakata baru. 

“Seperti munculnya kata infotainment, edutainment, dan sebagainya, turunan dari kata entertainment. Belum lagi kata-kata baru yang muncul dari twitter, seperti tweeple, twitlebritis, dan banyak lagi. Bahasa Indonesia sebaiknya juga berkembang seperti itu. Mungkin sekarang bisa menjadi kata baru, seperti ngoprol atau nge-tweet,” ujarnya. Ivan menyebut ngoprol untuk menggambarkan aktivitas di laman media sosial koprol, sedangkan nge-tweet untuk aktivitas di twitter.

Senada dengan Ivan, Felicia mengatakan, fenomena bahasa gaul yang muncul dalam masyarakat tak usah dikhawatirkan, karena sifatnya musiman. Apa yang muncul sekarang, bukan tak mungkin nantinya akan tenggelam dengan sendirinya. “Bahasa gaul ini bersifat main-main, bukan perkembangan bahasa. Lebih tepatnya tren yang sifatnya rekreatif,” jelasnya. 

Masalahnya, kata Felicia, penggunaan bahasa gaul sering tidak pada tempatnya, terutama para remaja. “Celakanya, remaja kadang tak bisa membedakan cara penulisan yang harus menggunakan kaidah, seperti menulis tugas, mengirim SMS untuk guru atau orang tua. Bahasa alay sah digunakan hanya dalam pergaulan sehari-hari,” kata Felicia. 

Bagaimana dengan penulisan karya fiksi chicklit yang sering kali menggunakan ragam bahasa gaul? Raditya mengatakan, “Saya rasa chicklit tidak mengesampingkan kaidah EYD, tetapi hanya menyerap istilah gaul di kalangan anak muda. Pembacanya juga kebanyakan anak muda. Jika menggunakan bahasa baku, kadang-kadang pesannya malah tidak sampai,” jelasnya.

Felicia menambahkan, “Bahasa gaul membuat kegiatan komunikasi menjadi lebih menyenangkan, lucu, seru, tidak jadul, dan tidak garing tentunya. Variasi-variasi bahasa ini sebaiknya tidak dikecam. Jika orang membuat novel remaja atau lagu menggunakan bahasa yang kaku, siapa yang mau membeli?” 

Ia menambahkan, dalam menggunakan bahasa nonformal juga ada etikanya. Masalahnya, di bahasa nonformal ini sering kali terjadi penghilangan kata yang mengakibatkan perubahan makna. Misalnya, ‘‘Kamu bebek?’’ Sekilas cara penulisannya benar, namun artinya jadi lain. Seharusnya ditulis, “Kamu mau bebek?” 

Lalu, bagaimana sebaiknya berbahasa yang baik di dunia maya? Menurut Ivan, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, etika dalam materi. Maksudnya, etika berbicara seperti dalam dunia nyata, tak menggunakan kata-kata kasar atau merendahkan martabat orang lain. 

“Kita harusnya punya kesadaran bahwa apa yang kita tulis di media daring akan ditampilkan secara terbuka dan dibaca banyak orang sehingga harus memperhatikan norma sosial yang berlaku,” ujar Ivan. 

Kedua, etika dalam cara penulisan. “Sayangnya, belum ada penyeragaman bahasa penyingkatan maupun bahasa alay. Misalnya, kata ’jangan’ itu sebaiknya disingkat ’jg’ atau ’jgn’? Selama orang yang menerima pesan bisa mengerti, cara penulisan disingkat atau alay tidak menjadi masalah. Menulis dengan simbol atau karakter yang aneh-aneh, tetapi tidak bisa dimengerti, kan repot,” terangnya.

Mengenai tweet berbahasa alay dari Tifatul Sembiring, Ivan menanggapi dengan positif. “Hal itu menggambarkan, ia menggunakan bahasa bukan alat untuk jaim. Sebaliknya, twitter diperlakukan sebagai media santai yang tidak bisa dia lakukan ketika berbicara di depan publik,’’ ujarnya.



Perbendaharaan

Gue : W, Wa, Q, Qu, G
Lo : U
Rumah : Humz, Hozz
Aja : Ja, Ajj (Ajj bacanya apa ya?)
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang (ada juga yang iiank/iiang)
Boleh : Leh
Baru : Ru
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum
Cape : Cppe, Cpeg
Kan : Khan, Kant, Kanz
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckepp
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank (Crank?)
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb
Dulu : Duluw (Dulux aja biar bisa ngecat rumah)
Chat : C8
Tempat : T4
Sempat : S4
Telepon : Tilp
Ini : Iniyh, Nc
Ketawa : wkwkwk, xixixi, haghaghag, w.k.k.k.k.k. , wkowkowkwo (bacanya apa coba tolong jelaskan)
Nggak : Gga, Gax, Gag, Gz
Hai : Ui (Apa Ui? Universitas Indonesia?)
SMS : ZMZ, XMX, MZ (oh god…)
Lagi : Ghiy, Ghiey, Gi
Apa : Pa, PPa (PPa ???)
Tapi : PPi (sama aja kaya yang diatas!)
Mengeluh : Hufft
Sih : Siech, Sieyh, Ciyh (nggak sekalian aja Syekh Puji)
Dong : Dumz, Dum (apa Dumolit?)
Reply : Repp (ini yang paling sering ditemukan di dunia maya)
Halo : Alow (menurut kalian, apakah kita teletubbies? )
Sayang : Saiank, Saiang
Lucu : Luthu, Uchul, Luchuw
Khusus : Khuzuz
Kalian : Klianz
Add : Et, Ett (biasanya minta di add friendsternya)
Banget : Bangedh, Beud, Beut (sekalian aja baut sama obeng)
Nya, contoh : misalnya, jadi misalna, misal’a, misal.a
Imut : Imoetz, Mutz
Loh : Loch, Lochkz, Lochx
Gitu : Gtw, Gitchu, Gituw
Salam : Lam
Kenal : Nal (buset irit karakter banget)
Buat : Wat, Wad
Cewek : Cwekz
Cowok : Cwokz
Karena/Soalnya : Coz, Cz
Masuk : Suk, Mzuk, Mzug, Mzugg
Punya : Pya, P’y
Pasti : Pzt
Anak : Nax, Anx, Naq (ko-naq?)
Cuekin : Cuxin
Curhat : Cvrht (anjing ini bahasa rusia apa?)
Terus : Rus, Tyuz, Tyz
Tiap : Tyap
Kalau : Kaluw, Klw, Low (oh maann…)
Setiap : Styp
Main : Men
Paling : Plink, P’ling
Love : Luph, Luff, Loupz, Louphh
Makan : Mumz, Mamz
Yuk : Yuq, Yuqz, Yukz
Lupa : Lupz
Udah : Dagh
Kamu : Kamuh, Kamyu, Qmu, Kamuwh
Aku : Akyu, Akuwh, Akku, (Asu)
Maaf : Mu’uv, Muupz, Muuv
Sorry : Cowwyy, Sowry
Siapa : Sppa, Cppa, Cpa, Spa
Kakak : Kakagg

ini contoh kalimat alay yang bikin pusing bacanya :
QmO dLaM iDopQhO (kamu dalam hidupku..)

q tWo……………… (aku tau……)

qMo mANk cLiD wAd cYanK m qHo…………. (kamu memang sulit buat sayang sama aku…) 

tPhE qMo pLu tHwO„„„ (tapi kamu perlu tau….)

mY LuPi”………… (my love, cintaku, lupi lupi di kuping gue kedengerannya kayak permen yupi) aLwaYs 4’U…………… (always for you, cuman buat kamu)

cO’nA cMa qMo YaNk Co WaD qHo cYuM………… (soalnya cuma kamu yang cowo buat aku senyum -oke ni si ophi jelas jelas tidak mengikuti kaidah yang benar dalam membuat struktur kalimat) 

k’tHwA„„„„„„„� ��„„ (ketawa…) 

 cNeNk…………….. (dan senang)

tHanKz b’4„„„„„„ (thanks before, terimakasih sebelumnya)

yOz aLaWAiCe d bEzT……………. (you always the best, kamu selalu yang terbaik -ALAWAICE? WTF?)

iN meYe heArD„„„„„„, (in my heart, dalam hatiku -btw MEYE? APA ITU HAHA)

tHo_tHo………….. (dadah -ini dadah doang ribet banget nulisnya)

LupHz yOu„„„„„„, (love you, sayang kamu)

bU_bU„„„„„„(bubu)

satu lagi..


I’m ReGrEeEeeEEeeEet nOw……………. (aku menyesal sekarang)

naFaZ„„„„„„„„� ��, (napas)

bNcHi qOh nGmBAnK………………. (benci aku ngambang)

hOeKkkKKk…………….. (sound effect muntah, HOEEEKK -tuh kan muntah HAHA)
.

nPhA jDe gnE????????? ?????? (mengapa jadi begini?)

i dOn’t LiKe tHaT………….. (I don’t like that, aku tidak suka itu)

qOh g Mo iDoP dLAM kmNfqAn………. (aku ga mau hidup dalam kemunafikan-WUESSS angin berhembus)

tHiZ iZ buLLsHiT!!!! !!!!!!! (this is bullshit!, ini semua omong kosong!!! -penuh amarah membara)

sHiT!!!!!!!! !!!!!!!!! !!!!! !!!!!!!!!!!! !!!! (shit!!!!!! TA* )

SADAM WITHOUT WORD!!!!!!!! !!!!!!!!! !! (sadam without word, sadam tanpa kata -WTF tiba tiba bawa sadam? ato DIAM maksudnya? oh diam deh kayaknya)

HAifTf……………… (huff)

satu lagi deh…

TaKe mE 2 yOuR hEaRtZzz???? ????????? ????? (take me to your heart, bawa aku ke dalam hatimu)

cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……. (sayang kamu tuh sakitnya…)

m_tHa apOn YoH……………… (minta ampun ya…)

qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo………. (aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu…)

bUD„„„„„„„„„ , (but, tetapi…)
hUhuHuHfTFTf………….. .. (huft huft -ehem ophi centil deh)
cIa” adJA………………… (sia sia aja -CIA? yang di amerika?)

shIt???????? ???? (TA*??????)
maYbe??????? ???????? (maybe, mungkin????? )

ckIdDDdddDDDd„„„„„� �, „„„„„„„„„„ „„„ „„ (SAKIIIIIIT! -ini ngomong sakitdoang kayak suara ban ngerem ehm)

pGEn qOh tO bLanK……………………. . (pengen aku tuh bilang)
U bLOkE mY hEaLtH!!!!!! !!!!!!!!! ! (you bloke my health, kamu cowokesehatanku, atau kamu merusak kesehatanku? -HAHAHAHAHA YOU BROKE MY HEART KOK JADI YOU BLOKE MY HEALTH? jauh gitu artinyaaaa! LOL)

i tHinK…………….. (aku pikir…)

it’Z DISGUSTING vOiCE……………….. (itu suara menjijikkan -ga nyambung)

anDeE…………………. (andaiii…)

adJA g2 dRe wAL…………….. (aja gitu dari awal)

qTaH gAg mKeN dIEM”aN gNe tOh???!?@??@ ?@??@@?@? (kita ga makin diem dieman gini tho’?)




____________________________
Author: 
- kaskus/ft: ilustrasi [rileks.com]
- Afra R. Arumdati [femina 7 / 2010]

powered by   

Artikel Sejenis



3 comments:

  1. Catatan:

    Tilisan ini adalah gabungan dari beberapa sumber, (bukan membuat sendiri!), jika tidak percaya, silahkan buka situs sumbernya...

    jadi kami tidak melanggar point 19. hehehe...

    Point no 19 adalah yang paling penting, jika anda tidak ingin disebut alay, maka point no 19 ini perlu anda cermati baik-baik...

    ReplyDelete
  2. wadduuhh.. komplit banget referensinya gan..
    problem penggunaan bahasa Indonesia khususnya dikalangan anak muda memang perlu mendapatkan penanganan serius dari semua pihak.. media (baik tv maupun internet) disinyalir menjadi salah satu alat penyebaran idiom2 yang paling mengena bagi masyarakat.. untuk itu diperlukan filter yang tegas dari pengatur kebijakan dan pengawasan terhadap media untuk mencegah generasi ini melupakan bahasa leluhurnya sendiri...

    Bukan begitu, begitu bukan????

    ReplyDelete
  3. ya begitulah...

    setiap masalah selalu ada pro dan kontra...

    ReplyDelete

Pembaca Setia

Apakah artikel dalam blog ini bermanfaat bagi anda?

Berlangganan

cek email anda untuk link verifikasi berlangganan setelah menekan tombol submit
 
If you're on a slow connection, try Mobile Version
Copyright 2014 WHIZ group. Layout Design By Anshul Dudeja. All Right Reserved.