Pengguna Software Autodesk Bajakan Terbanyak Ternyata Perusahaan, Bukan Pribadi

Autodesk Inc, salah satu vendor software terkemuka mengeluhkan tingginya penggunaan software tanpa lisensi dari kalangan perusahaan dan industri di Indonesia. Penggunaan software nonlisensi oleh perusahaan demi kepentingan komersil ini menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para vendor software.



"Total kerugian memang masih belum bisa diprediksi, tapi pastinya sangat besar. Karena pengguna dari perusahaan dan industri menggunakan software tanpa lisensi untuk mengerjakan proyek yang bisa bernilai miliaran rupiah," kata License Compliance Manager Autodesk Indonesia Turia Fitriano, di Jakarta, Senin (28/6/2010).

Turia memaparkan, pengguna software tanpa lisensi dari kalangan usaha ini jauh lebih besar dibanding pengguna secara pribadi. Dia mengungkapkan dari angka penggunaan software Autodesk tanpa lisensi sebesar 70 persen, sebagian besar berasal dari perusahaan.  "Perusahaan yang banyak menggunakan software Autodesk tanpa lisensi adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, desain interior, manufaktur, hingga production house animasi," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Country Manager Bussines Software Alliance (BSA) Indonesia Donny Sheyoputra mengatakan, tingginya angka penggunaan software tanpa lisensi ini disebabkan masih rendahnya kesadaran para pelaku usaha tentang hak cipta.

Fakta yang didapatkan BSA dalam pendekatannya ke berbagai perusahaan, dikatakan Donny, kebanyakan perusahaan masih belum mau mengalokasikan budget khusus untuk penggunaan software asli berlisensi meski sebenarnya memiliki profit yang besar. "Ketidaksadaran tentang hak cipta ini masih besar," katanya.

Lebih lanjut, Turia mengatakan, sebenarnya perusahaan-perusahaan yang menggunakan software tanpa lisensi itu bertindak konyol jika beralasan terkendala harga software berlisensi. Dia mengatakan, nilai proyek yang didapatkan perusahaan dengan menggunakan software Autodesk berlisensi jauh lebih besar dibanding harga yang harus dikeluarkan untuk menginstal software produksi Autodesk yang berkisar 4.000-5.000 dollar AS. "Ini sebenarnya butuh kemauan saja dari perusahaan-perusahaan itu," tegasnya.

Turian mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan laporan ke Polri terkait sejumlah perusahaan-perusahaan yang didapati masih menggunakan software tanpa lisensi. Menurut kuasa hukum Autodesk Yulianto Nurmansyah, Autodesk sudah melaporkan sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan arsitektur, konstruksi, dan engineering di beberapa wilayah di Jakarta. "Penanganan kasus pembajakan software Autodesk oleh beberapa perusahaan itu saat ini masih dalam tahap penyidikan polisi," ujar Yulianto.


____________________
Kompas Tekno

Artikel Sejenis



0 comments:

Post a Comment

Pembaca Setia

Apakah artikel dalam blog ini bermanfaat bagi anda?

Berlangganan

cek email anda untuk link verifikasi berlangganan setelah menekan tombol submit
 
If you're on a slow connection, try Mobile Version
Copyright 2014 WHIZ group. Layout Design By Anshul Dudeja. All Right Reserved.