Bagaimana kita berperang melawan terorisme dunia maya?

Internet tidak memiliki batas, tidak ada undang-undang universal, dan meskipun sangat sosial dan terdistribusi, internet tidak mewakili kerjasama di seluruh dunia. Mengingat karakteristik bagaimana mungkin bangsa-bangsa membuat rencana untuk melawan terorisme di dunia maya secara online seperti mereka berada di dunia sehari-hari? Kolaborasi antar peneliti di Amerika Serikat dan Iran berharap untuk menerbitkan masalah dan temuan tersebut bulan ini dalam International Journal of Internet Technology and Secured Transactions.


Terjadinya kejahatan online telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dengan istilah-istilah seperti malware, Trojans, bot-nets dan serangan phishing memasuki bahasa sehari-hari yang sudah umum. Ada juga peningkatan yang signifikan pada aktivitas yang mungkin paling baik digambarkan sebagai sabotase komersial internasional tetapi beberapa label akan lebih sensasional sebagai cyber-terrrorism (terorisme dunia maya). Banyak kegiatan terlarang yang mengarah ke pemutusan koneksi internet, infeksi malware dan kekejaman virtual lainnya yang sengaja dilakukan dengan maksud kriminal. Namun, ada beberapa serangan yang diduga didalangi oleh sebuah bangsa terhadap negara-negara lain, perusahaan, dan organisasi yang mungkin bisa menggambarkan lebih akurat sebagai bentuk terorisme.

Arash Barfar dari University of South Florida di Tampa dan Kiyana Zolfaghar dan koleganya dari KN Toosi University of Technology di Teheran, menunjukkan bahwa langkah pertama yang harus diambil untuk mengatasi halangan kerjasama dan legislasi yang gagal adalah mengatur upaya nasional untuk menggunakan teknik "web mining" dan "honeypots" untuk memancing keluar teroris cyber sebelum mereka menyerang.

"Internet adalah saluran yang sangat penting tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk mencari informasi dan untuk melakukan bisnis, pola anti terorisme harus dengan efisien mencerminkan hal itu," kata tim tersebut. Mereka sekarang telah mengembangkan suatu kerangka yang akan memungkinkan para pemimpin untuk mengembangkan dan menggunakan alat yang diperlukan untuk melacak teroris cyber dengan efektif secara real-time dan untuk melakukan penahanan sebelum serangan yang berpotensi melemahkan terjadi.


______________________
Informasi lebih lanjut: "A framework for cyber war against international terrorism" dalam Internet Technology and Secured Transactions, 2011, 3, 29-39

Disediakan oleh Inderscience Publishers

Artikel Sejenis



0 comments:

Post a Comment

Pembaca Setia

Apakah artikel dalam blog ini bermanfaat bagi anda?

Berlangganan

cek email anda untuk link verifikasi berlangganan setelah menekan tombol submit
 
If you're on a slow connection, try Mobile Version
Copyright 2014 WHIZ group. Layout Design By Anshul Dudeja. All Right Reserved.